Budi pekerti yang luhur merupakan kelebihan manusia yang dianjurkan oleh Islam. Islam menganggapnya sebagai motivator untuk membentuk manusia menjadi insan yang sempurna dan memiliki derajat yang tinggi. Bahkan ketika Allah memuji dan menyebutkan kelebihan Nabi, karakter yang diunggulkan adalah berbudi pekerti luhur.
Bisnis Rasulullah (3) – “Lanjutan (2)”
30 Desember 2009Berikut 3 poin akhir dari 7 poin yang tersisa dari beberapa hal yang bisa meningkatkan keimanan pebisnis muslim :
- Percaya bahwa istighfar dan takwa kepada Allah adalah penyebab datangnya rezeki
Dalam ayat-ayat Al Qur’an sering disebutkan secara bersamaan antara kalimat istighfar, takwa kepada Allah dan mencari rezeki. Hal ini menunjukkan bahwa takwa dan istighfar memberikan ketentraman pada jiwa mampu memperbaiki hati dan mewujudkan konsistensi terhadap hidayah Allah yang berbuah pada kelapangan rezeki dan kemakmuran Baca entri selengkapnya »
Bisnis Rasulullah (2) – “Yang utama, Imannya pebisnis muslim ….”
30 Desember 2009“9 dari 10 pintu rezeki adalah bisnis. Maka berbisnislah sebagaimana Nabi berbisnis”
Masih dalam kalimat ini, sungguh dalam maknanya. Jikalau 9 dari 10 rezeki yang pasti adalah dari bisnis, maka sudah sunatullah bahwa ujian terberat adalah persaingan dalam bisnis. Persaingan yang berujung pada kompetensi atau mungkin permaianan ”segala cara”. Hal ini yang menjadi tantangan terberat pebisnis Islam. Namun Islam sudah memberikan solusi-solusi taktis dalam menghadapi masalah ini.
Iman merupakan faktor penting untuk menggerakkan seluruh kehidupan. Menurut Imam Hasan Al Bashri ra , “Iman adalah pengakuan dalam hati yang dibuktikan dengan tindakan”. Dengan demikian keimanan pebisnis juga menjadi faktor utama dalam kesuksesan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa meningkatkan keimanan pebisnis muslim : Baca entri selengkapnya »
Bersama Malaikat Berjihad Melawan Syetan
27 Januari 2009Bersama Malaikat Berjihad Melawan Syetan
ﻢﻴﻘﺘﺴﻤﻟا ﻚﻃاﺮﺻ ﻢﻬﻟ ّنﺪﻌﻗ ﻻ ﻲﻨﺘﻳﻮﻏا ﺂﻤﺒﻓ لﺎﻗ . ّﻢﺛ و ﻢﻬﻧﺎﻤﻳا ﻦﻋ و ﻢﻬﻔﻠﺧ ﻦﻣو ﻢﻬﻳﺪﻳا ﻦﻴﺑ ﻦّﻣ ﻢﻬّﻨﻴﺗ ﻻ
ﻦﻳﺮﻜﺷ ﻢهﺮﺜآا ﺪﺠﺗ ﻻو ﻢﻬﻠﺋﺂﻤﺷ ﻦﻋ
Syetan berkata, “Maka karena Engkau sesatkan aku, akan hadang mereka pada jalan-Mu yang lurus. Kemudian akan kudatangi mereka dari depan belakang, kanan dan kiri mereka, dan Engkau (Allah) tidak akan mendapatkan sebagian besar dari mereka sebagai orang-orang yang bersyukur” (Qs. Al A’raf-15-17).
Di hadapan Allah, syetan (pernah) mengikrarkan janji yang tidak akan dicabut sampai kapanpun. Syetan akan mati-matian berjuang menjerumuskan manusia ke jurang kesesatan. Ia tidak akan membiarkan manusia sedikitpun untuk melangkah kepada Allah tanpa hambatan, rintangan, rayuan. Permusuhan syetan kepada manusia ini sifatnya total, tak peduli kepada siapa saja, termasuk kepada utusan Allah. Orang yang menjadi pilihan Allah ternyata tidak luput dari cobaan syetan. Jika orang sebaik mereka masih didekati syetan, bagaimana dengan (kita) manusia yang biasa-biasa saja?
Ditulis oleh dewiumahkayu 





