Landasan Syar’i keutamaan Shaum

20 November 2009

Shaum adalah bentuk ketaatan pada Sang Khalik untuk mencapai derajat taqwa. Tanpa shaum tidak mungkin seseorang mencapai derajat tersebut. Berikut beberapa ayat Al Qur’an dan hadits yang menjadi landasan :

 

  1. Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Al Baqarah : 183) Baca entri selengkapnya »
Iklan

Dan shaum pun terbagi ….

20 November 2009

Sungguh ternyata kekenyangan itu hanya akan membuat seseorang mengutawakan syahwatnya. Untuk itu berpuasalah agar fisik dan jiwamu terlatih dalam menahan diri. Baca entri selengkapnya »


Sesungguhnya shaum itu untuk-Ku

20 November 2009

Ibadah shaum, bukan ketentuan untuk satu golongan atau risalah kerasulan. Sejak zaman para Anbiya sebelum Rasulullah ibadah shaum telah ada dan dikenal sebagai sarana efektif melatih, mendidik diri serta media taqarrub kepada Allah. Karena memang nilai-nilai tarbiyah yang terakumulasi dalam ibadah shaum, adalah tuntutan naluri setiap kondisi yang amat diperlukan oleh manusia dalam setiap periode, meskipun cara dan waktunya berbeda-beda. Dengan shaum, kehidupan sehari-hari manusia yang lebih sering berinteraksi dengan alam fisik di bandingkan alam ruhaniah, akan disucikan, diperbaharui dan dikembalikan jiwa dan potensi hatinya yang halus. Dalam Islam, shaum memiliki nilai istimewa dibanding bentuk ibadah lainnya. Perintah untuk melakukan shaum dari yang berupa anjuran (sunnah) mingguan, bulanan atau kewajiban tahunan terdapat dalam Islam. Baca entri selengkapnya »


Berhaji yuk….. (2)

7 November 2009

haji yukSekelumit tentang awal dari Mekkah menjadi pusat dunia, membuat kita merasa begitu dekat dengan zaman permulaan itu. Zaman dimana Agama Samawi mulai Allah perkenalkan secara gamblang dan Mukjizatnya bisa dirasakan sampai sekarang.
Tentunya sekarang kita coba lebih menginjak ke ”kerinduan berhaji”. Baca entri selengkapnya »


Berhaji yuk …. (1)

29 Oktober 2009

Terhitung, hari-hari ini adalah awal dari bulan Dzulqo’da. Dimana kita akan menyongsong bulan haji, bulan di mana kita bisa menunjukkan kesungguhan kita dalam membelanjakan harta kita di jalan yang Allah sukai seperti berqurban dan berhaji (bagi yang mampu). Bahkan kajian ba’da dzuhur di kantor pun sudah rame untuk membahas ini. Serasa jari jemari pun sudah tak sabar untuk mencoba ikut menyongsong bulan jiddiyah ini.

Saat kita ingin memunculkan rasa ”kerinduan berhaji” alangkah indahnya jika kita menilik sejenak zaman jauh sebelum ka’bah dibangun. Tentunya zaman dimana makkah masih tandus dan tak berpenghuni. Makkah terletak di antara jalan kafilah dagang antara Laut Merah-Yaman-Palestina. (Terlihat dalam gambar). Makkah adalah lembah yang terletak di antara bukit-bukit, terdapat sumber air makkah menjadi tempat istirahat kafilah dagang. Makkah sendiri sampai saat ini terus diteliti oleh para ahli geologi tentang kebenarannya sebagai pusat pergerakan lempeng bumi.

letak mecca1mekah-1-peta1 Baca entri selengkapnya »


Aku sangat ingin mencium wanginya surgaMu

6 April 2009

“Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.” [Ar Ra’d:35] Allah telah menjanjikan surga bagi orang yang takwa. Yaitu orang yang mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Oleh karena itu hendaklah kita mempelajari apa saja larangan atau hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT agar kita tahu dan tidak mengerjakannya. Tapi tak semudah itu kita bisa meraihnya, bahkan jika kita melakukan suatu hal yang ”dosa” bisa-bisa kita tak kan bisa mencium wanginya SurgaNya. Pertama-tama kita harus tahu bahwa dosa itu adalah hal-hal yang membuat kita gelisah/tidak tenang dan malu jika diketahui orang lain.
Baca entri selengkapnya »


Orang yang Bangkrut di Akhirat

8 Oktober 2008

Orang yang Bangkrut di Akhirat

 “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya : Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut ( pailit ) itu ? Maka mereka ( para sahabat ) menjawab : orang yang pailit di antara kita adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan : orang yang pailit dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakatnya, namun dia datang dan (dahulu di dunianya) dia telah mencela si ini, menuduh (berzina) si itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan telah memukul orang lain ( dengan tidak hak ), maka si ini diberikan kepadanya kebaikan orang yang membawa banyak pahala ini, dan si itu diberikan sedemikian juga, maka apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya ( kepada orang lain ), maka kesalahan orang yang didzalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka. HR. Muslim.

Baca entri selengkapnya »